Sabtu, 20 April 2024



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
 kali ini kita akan mendengar pembicaraan Gus baha tentang santri yang ngantukan :

  GUS BAHA - Menguak hikmah dibalik ngantuknya santri, ternyata memiliki hikmah yang luar biasa.

 Dalam salah satu ngajinya gus baha perna mennyinggung tentang seorang santri yang sering sekali ngantuk atau sering tidur. Siapa sangka, ternyata dibalik sifat mengantuk tersimpan hikmah yang luar biasa. 
Sebelumnya, Gus Baha menceritakan kisah dua santri yang memiliki keperibadiyan yang sangat berbeda. 
Santri pertama sangat sholeh dan rajin sholat malam, sedangkan santri kedua tampak begitu malas karena sering tidur dan tak pernah sholat. Namun ternyata, kewalian justru didapat oleh sang santri yang terlihat malas dan sering tidur. 
Gus Baha kemudian mengatakan bahwa solusi bagi orang bingung yakni tidur, "Memang solusinya orang bingung supaya jantungnya selamat adalah tidur" kata Gus Baha.Gus Baha kemudian menjelaskan bahwa ngantuk merupakan nikmat dari Allah yang bisa memberikan ketenangan. "Siapa tahu kalau kasusnya banyak? Kayaknya sih iya. Tampang-tampang kasus, lebih baik ngantuk, daripada merugikan orang lain," ungkap Gus Baha.
"Nyatanya diantara nikmat Allah adalah dibuat ngantuk. Allah membuatmu ngantuk sebagai rasa sifat aman dari Allah," sambungnya. Gus Baha kemudian menyebutkan bahwa orang yang merasa ngantuk berarti hidupanya makmur dan hebat. "Sebab orang yang merasa ngantuk itu berarti merasa hidupnya makmur," kata Gus Baha. "Orang bisa ngantuk itu hebat, orang takut bisa ngantuk, tidak? Tidak bisa. Makanya orang ngantuk itu saking ndablegnya," imbuhnya.Selanjutnya Gus Baha menambahkan bahwa orang alim tidak bisa disuruh disiplin lantaran memahami hikmah dibalik ngantuk.
"Makanya orang-orang alim itu bingung. Kayak saya. Kalau harus disiplin orang alim tidak bisa, karena tahu Quran menjelaskan bahwa ngantuk itu rahmat," tutur Gus Baha "Orang alim kok kamu atur, 'harus tegakkan aturan! Disiplin!', saya ini orang alim, orang alim tidak bisa, karena tahu hikmahnya ngantuk," pungkasnya.
 




Keistimewaan Orang Dengan Al Qur'an

   

 

Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saudara-saudara sekalian yang mudah-mudahan kita semua dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah berkata kepada para sahabat:


إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ


“Sesungguhnya Allah memiliki keluarga di kalangan manusia”


maka berkatalah para sahabat: “Siapakah mereka Ya Rasulullah?”


Maka jawabannya adalah:


هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ، أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ


“Mereka adalah ahli Qur’an, mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang khusus bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala.”


Saudara-saudara sekalian yang mudah-mudahan kita semua dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan bahwa diriNya memiliki keluarga di bumi ini, yaitu mereka adalah ahlul Qur’an.


Siapakah ahlul Qur’an itu? Para ulama menyebutkan ahlul Qur’an adalah orang yang memiliki inayah (perhatian) terhadap Al-Qur’an.


Bagaimana bisa kita menjadi orang yang perhatian dengan Al-Qur’an? Menjadi orang yang perhatian dengan Al-Qur’an yaitu orang yang senantiasa membaca Al-Qur’an, mentadabburi ayat-ayat Al-Qur’an, memahami isi Al-Qur’an, mempelajari tafsir Al-Qur’an, menghafalkan Al-Qur’an dan beramal dengan Al-Qur’an. Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya selama dia mengarungi hidup di dunia ini.


Saudara-saudara sekalian yang mudah-mudahan kita semua dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Banyak membaca Al-Qur’an


Allah Subhanahu wa Ta’ala menyuruh kita untuk banyak membaca Al-Qur’an, begitu pula Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Rasulullah menyuruh kita membaca Al-Qur’an, Rasulullah bersabda:


اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ


“Bacalah oleh kalian Al-Qur’an sesungguhnya dia datang di hari kiamat sebagai pemberi syafaat untuk para pembacanya” (HR. Muslim)


Dengan demikian menjadi pemberi syafaat untuk orang-orang yang membaca Al-Qur’an, Al-Qur’an menjadi pemberi syafaat di akhirat nanti. Oleh karena itu sudahkah kita menyiapkan waktu dalam sehari semalam, waktu khusus untuk membaca Al-Qur’an ataukah belum? Tidak dituntut berapa banyak yang kita baca, tetapi kita dituntut rutin membaca walaupun hanya sedikit, walaupun -misalkan- hanya satu lembar atau setengah jus, atau misalkan 2 halaman atau kurang dari itu, yang penting kita rutin membaca Al-Qur’an.


Saudara-saudara sekalian, sebuah pertanyaan untuk saudara-saudara sekalian, apakah sudah bisa mengerti membaca Al-Qur’an dengan bahasa Al-Qur’an? yaitu bahasa Arab. Karena ketika membaca Al-Qur’an dengan bahasa Arab Masya Allah nikmat sekali rasanya. Ketika kita membaca ayat-ayat Al-Qur’an kita memahami isi dari Al-Qur’an. Kemudian kita lihat kalau misalnya tidak bisa bahasa Arab, maka saya tanya kepada bapak-ibu sekalian, saudara-saudara sekalian, apakah memiliki Al-Qur’an terjemahan di rumahnya? Jangan sampai dijawab tidak, saya tidak memiliki Al-Qur’an terjemahan.


Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda:


الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ


“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an, dia berada bersama para malaikat yang terhormat dan orang yang terbata-bata di dalam membaca Al-Qur’an serta mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala” (HR. Muslim)


Oleh karena itu orang yang tidak lancar membaca Al-Qur’an, jangan sampai meninggalkan Al-Qur’an, tetapi tetap dia membaca Al-Qur’an. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga, dalam riwayat Jabir bin Abdillah, saat keluar bersama kami, kami sedang membaca Al-Qur’an, dan diantara kami ada orang arab asli dan orang ajam, berkata Rasulullah: “Bacalah oleh kalian Al-Qur’an, semuanya setiap yang membaca itu baik”. Maksudnya apa? baik itu orang Arab membaca Al-Qur’an itu baik, begitu pula ketika orang yang bukan orang Arab yang membaca Al-Qur’an itu baik untuknya.


Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah menyebutkan bahwasanya di hari akhir nanti dikatakan kepada ahlul Qur’an, yang menghafal Al-Qur’an dan membaca Al-Qur’an:


اقْرأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَما كُنْتَ تُرَتِّلُ في الدُّنْيَا، فَإنَّ منْزِلَتَكَ عِنْد آخِرِ آيةٍ تَقْرَؤُهَا


“Bacalah dan naiklah ke tingkat lebih tinggi, bacalah perlahan sebagaimana engkau membacanya di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu di akhirat ini sesuai seberapa jauh hafalan Al-Qur’anmu.” (HR. Tirmidziy dan Abu Daud)


Saudara-saudara sekalian yang mudah-mudahan kita semua dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Mari kita beramal dengan Al-Qur’an, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah mengatakan kepada para sahabat:


بشروا ابشروا فإنَّ هذَا الْقُرآنَ طَرَفَهُ بِيَداللَّهِ وَطَرَفَهُ بَأَيْدِيْكُمْ فَتَمَسَّكُوْا بِهِ فَإِنَّكُمْ لَنْ تَضِلُّوْا وَلَنْ تَهْلِكُوْا بَعْدَهُ أَبَدًا


“Kabar gembira, kabar gembira, sesungguhnya Al-Qur’an ini seperti tali, yang salah satu ujungnya berada di tangan Allah dan ujungnya yang lain berada di tangan kalian, maka peganglah ia dengan erat karena sesungguhnya kalian tidak akan tersesat dan tidak akan celaka selamanya.” [HSR ‘Abd bin Humaid.]

Subhanallah walhamdulillah astagfiruka waatubuilaika.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


# ustadz said yai ardiansyah, m.a

bulan syawal

              



              Tentang Bulan Syawal .

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pujian dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat dan kesempatan bagi kita untuk bertemu kembali di kesempatan yang berbahagia ini. Bulan Syawal telah tiba, bulan yang penuh berkah dan kegembiraan setelah kita melewati bulan Ramadhan yang penuh dengan ibadah dan pengampunan.

Namun, janganlah kita lupa bahwa bulan Syawal bukanlah akhir dari perjalanan kita menuju kebaikan. Sebaliknya, bulan ini memberikan kesempatan bagi kita untuk terus memperbanyak amal ibadah dan meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Tidaklah lupa dalam firman-Nya, Allah SWT berpesan kepada kita agar senantiasa bertakwa, bukan hanya saat bulan Ramadhan, tetapi setiap saat. Dan di bulan Syawal ini, kita dianjurkan untuk mempertahankan dan melanjutkan amalan-amalan yang telah kita lakukan selama Ramadhan.

Pertama, mari kita memperbanyak puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diiringi dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

"Sungguh Rasulullah SAW bersabda, 'Siapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian diiringi dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun'." (HR. Muslim)

Puasa ini menjadi pelengkap dari ibadah kita di bulan Ramadhan dan merupakan amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan.

Kedua, bagi mereka yang tidak sempat melaksanakan i'tikaf di bulan Ramadhan, hendaklah kita menggantinya di bulan Syawal. Meskipun tidak beri'tikaf pada bulan Ramadhan, Rasulullah SAW tetap melakukan i'tikaf selama sepuluh hari di bulan Syawal sebagai penggantinya.

فَتَرَكَ الِاعْتِكَافَ ذَلِكَ الشَّهْرَ ثُمَّ اعْتَكَفَ عَشْرًا مِنْ شَوَّالٍ.

"Kemudian Nabi tidak beri'tikaf pada bulan Ramadhan tersebut dan beri'tikaf sepuluh hari di bulan Syawal." (HR. Bukhari)

Hadits tersebut menunjukkan pentingnya menjaga ibadah kita dan memanfaatkan setiap kesempatan yang Allah berikan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Terakhir, mari kita memperbanyak doa dan upaya untuk mencari pasangan hidup yang sholeh atau sholehah. Menikah merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, dan bulan Syawal menjadi momentum yang baik untuk melangsungkan ikatan suci ini.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, beliau menikahi Sayyidah 'Aisyah pada bulan Syawal, sehingga menunjukkan keberkahan dan keistimewaan bulan ini untuk mengikatkan hubungan yang sakral dalam ikatan pernikahan.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي قَالَ وَكَانَتْ عَائِشَةُ تَسْتَحِبُّ أَنْ تُدْخِلَ نِسَاءَهَا فِي شَوَّالٍ

"Aisyah dia berkata, 'Rasulullah ﷺ menikahiku pada bulan Syawal, dan mulai berumah tangga bersamaku pada bulan Syawal, maka tidak ada di antara istri-istri Rasulullah ﷺ yang lebih mendapatkan keberuntungan daripadaku'. Periwayat hadits berkata, 'Oleh karena itu, Aisyah sangat senang menikahkan para wanita di bulan Syawal'." (HR. Muslim)

Bulan Syawal bukanlah akhir dari perjalanan kita menuju kebaikan, tetapi merupakan awal dari perjalanan baru untuk terus meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mari kita manfaatkan bulan ini dengan sebaik-baiknya dan terus berusaha untuk menjadi hamba yang lebih baik di hadapan-Nya.

Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi dan memberikan taufik kepada kita semua dalam menjalankan segala amalan yang telah Dia perintahkan. Amin ya rabbal 'alamin.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

kikuk kikuk


  Keterangan :

 Waktu 'Larangan' Kikuk-kikuk ( Suami istri)

Saya tidak sedang mengkritik siapapun, tapi soal sumber rujukan. Alhamdulillah dari perjalanan ilmu, saya dibesarkan di lingkungan Bahtsul Masail, sehingga tahu mana kitab mu'tabar dan bukan. Dari kebiasaan membaca kitab-kitab induk saya jadi tahu mana Qaul Sahih yang boleh disampaikan dan mana Qaul Fasid yang tidak boleh dipublikasikan. Dari perdebatan dengan Salafi saya jadi tahu mana rujukan hadis dan syarahnya yang tepat metode istidlal dan istimbathnya.

Di pesantren memang ada kitab yang menjelaskan tentang tata cara bersenggama, namanya Fathul Izar. Ada yang diambil dari hadis, kitab fikih dan yang tidak jelas sumber kutipannya. Tapi kitab ini yang berkaitan dengan waktu bersetubuh tidak ada yang mengamalkan. Mengapa? Sebab dalil nash Qur'an membolehkan kapan saja. 

Al-Hafidz As-Suyuthi, ketika menafsirkan ayat "Suami boleh mencangkul sawah ladangnya", menampilkan banyak penafsiran terhadap teks ayat "Anna syi'tum", di antaranya dari Sahabat Ibnu Abbas berkaitan dengan waktu:

{ﻓﺄﺗﻮا ﺣﺮﺛﻜﻢ ﺃﻧﻰ ﺷﺌﺘﻢ} ﻣﻦ اﻟﻠﻴﻞ ﻭاﻟﻨﻬﺎﺭ

"Baik malam atau siang" (Tafsir Ad-Durr Al-Mantsur)

Terkait larangan bersetubuh berdasarkan dalil yang lain adalah (1) saat ihram haji atau umrah, (2) saat siang hari Ramadan (3) saat datang bulan (4) saat i'tikaf di masjid (Al-Baqarah 187). 

Boleh melakukan "kikuk kikuk" kapan saja selain di waktu yang dilarang berdasarkan dalil di atas. Jangan lupa untuk selalu berdoa agar anaknya menjadi soleh-solehah.

Copas kyai @ma'ruf khozin

Jumat, 23 Februari 2024

Represing

Candi Arjuna

Assalamualaikum warahmatullah wabarokatuh.

Salam Sejahtera bagi kita semua
Dan Langsung Saja yah Disini saya akan menjelaskan tentang candi arjuna yang saya ketahui 
Ada apa saja di dalam nya ? 
mari kita Baca Dan pahami Baik² 



Di situ Saya BerFoto yang di belakang nya ada  Sebuah Tanaman Yang Memabuk kan/ bahan Utama Dari Pembuatan Minuman Keras.

 Dan di situ juga saya memakai sebuah kain yang kata nya untuk menghormarti Agama Budha.

 Ket (tidak boleh di pakai bagi orang islam)

Dan di bawah Ini adalah Contoh Foto yang saya ambil di Candi arjuna . 👇👇👇


Candi Arjuna adalah sebuah candi Hindu yang terletak di kompleks Candi Dieng, Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-8 atau ke-9 Masehi.

 
Candi Arjuna merupakan salah satu peninggalan sejarah dan budaya penting di Indonesia yang menarik untuk dikunjungi.


Candi Arjuna didedikasikan untuk Dewa Siwa, salah satu dari tiga dewa utama dalam agama Hindu. Candi ini memiliki arsitektur yang khas, dengan struktur utama berbentuk bangunan perwara (bangunan pendamping) dan sebuah candi utama yang berbentuk tumpukan balok-balok batu.


Candi Arjuna memiliki sejarah yang kaya dan menarik. Berikut adalah beberapa poin penting dalam sejarah candi ini:

• *Pengaruh Hindu* : Candi Arjuna adalah bagian dari kompleks Candi Dieng, yang secara keseluruhan mencerminkan pengaruh kuat agama Hindu di Jawa pada masa lampau. Candi ini dipersembahkan untuk Dewa Siwa, salah satu dari tiga dewa utama dalam agama Hindu.



• *Penelitian dan Restorasi* : Candi Arjuna telah menjadi objek penelitian arkeologis selama bertahun-tahun. Pada tahun 1836, peneliti Belanda, C.A. Lons, pertama kali menggambarkan candi ini secara rinci. Sejak itu, beberapa proyek restorasi telah dilakukan untuk mempertahankan keaslian dan keindahan candi ini.


• *Peninggalan Budaya* : Candi Arjuna, bersama dengan kompleks Candi Dieng, merupakan bagian penting dari warisan budaya Indonesia. Meπreka tidak hanya menjadi objek wisata yang populer, tetapi juga merupakan saksi sejarah peradaban Hindu-Buddha di Indonesia.



Meskipun telah berusia lebih dari seribu tahun, Candi Arjuna tetap menjadi salah satu situs bersejarah yang paling penting dan menarik di Indonesia.

Saya Akan tunjukan Sekeliling Candi Arjuna : 


dan itu lah penampakan Sekeliling candi arjuna.

Terimakasih atas perhatian nya
Sekian Dari Saya Kurang Lebih nya Mohon maaf Karena Saya Juga Masih Belajar.
 Wassalamualaikum warahmatullah wabarokatuh.
 

Sumber penjelasan : Tour Leader Dieng.


Lokasi Nya Di Kawasan Candi Arjuna 
 Dieng-Wonosobo-Jawa Tengah.


Kamis, 08 Februari 2024

Biodata Saya

 NAMA : Muhammad Shaifullah

KELAS : IX A

SEKOLAH : Mts Salafiyah Bode

HOBI : Sekinge Dewe

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh  kali ini kita akan mendengar pembicaraan Gus baha tentang santri yang ngantukan :   GUS BAHA - M...